Kuala Kurun, Gunung Mas – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel, Polres Gunung Mas menggelar latihan intensif Pengendalian Massa (Dalmas), Selasa (16/9/2025).
Latihan yang melibatkan personel dari berbagai satuan fungsi ini mensimulasikan penanganan unjuk rasa mulai dari situasi damai hingga eskalasi anarkis, memastikan setiap anggota siap bertindak sesuai prosedur.
Kegiatan ini adalah latihan peningkatan kemampuan Dalmas yang diikuti oleh seluruh personel Polres Gunung Mas dari berbagai satuan fungsi, termasuk staf, reserse, intel, dan lalu lintas. Latihan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan (Kasat) Samapta, Iptu A. Agung Gede Raka Sumiartha, sebagai instruktur utama.
Latihan kesiapsiagaan ini dilaksanakan mulai pada pukul 07.40 WIB dan dipusatkan di Lapangan Tantya Sudhirajati, Mako Polres Gunung Mas, yang menjadi pusat pelatihan taktis kepolisian setempat.
Tujuan utama dari latihan ini adalah untuk menyegarkan kembali (refresh) dan meningkatkan kemampuan setiap personel dalam menghadapi unjuk rasa atau kerumunan massa. Latihan ini memastikan bahwa semua anggota, tidak hanya dari Satuan Samapta, memahami tahapan dan prosedur pengendalian massa, sehingga dapat bertindak secara terukur, profesional, dan humanis dalam situasi nyata.
Latihan dirancang secara bertahap untuk mensimulasikan eskalasi situasi yang dinamis. Di bawah komando Iptu Agung, personel mempraktikkan skenario sebagai berikut:
1. Tahap Dalmas Awal (Situasi Damai): Latihan dimulai dengan simulasi unjuk rasa damai. Personel membentuk barikade Dalmas awal tanpa peralatan khusus, mengedepankan pendekatan persuasif dan negosiasi dengan massa.
2. Peningkatan Eskalasi: Skenario dilanjutkan dengan massa yang mulai memanas dan melakukan aksi provokatif. Di tahap ini, personel berlatih menggunakan perlengkapan Dalmas seperti tameng, helm, dan tongkat, sambil tetap mempertahankan formasi dan mendorong massa secara teratur.
3. Lintas Ganti (Situasi Anarkis): Puncak latihan adalah simulasi di mana massa menjadi anarkis dan mulai melakukan tindakan kekerasan. Personel mempraktikkan prosedur “lintas ganti,” yaitu pergantian pasukan dari tim Dalmas awal ke tim Dalmas lanjutan yang lebih siap untuk tindakan tegas dan terukur sesuai standar operasional prosedur (SOP). Setiap gerakan, formasi, dan penggunaan kekuatan dipastikan sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.
Mewakili Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., Kasat Samapta Iptu A. Agung Gede Raka Sumiartha menegaskan pentingnya latihan rutin ini.
“Sesuai arahan tegas Bapak Kapolres, setiap personel Polri harus siap siaga dalam segala situasi. Latihan Dalmas ini bukan sekadar rutinitas, tetapi kebutuhan mutlak untuk memastikan kami profesional di lapangan,” ujar Iptu Agung.
Lebih lanjut ia menambahkan, “Kami melatih semua skenario, dari yang paling lunak hingga yang paling keras, termasuk prosedur lintas ganti saat massa menjadi anarkis. Tujuannya agar personel tidak ragu, paham kapan harus bertindak persuasif dan kapan harus tegas, namun semuanya tetap dalam koridor hukum. Ini adalah komitmen kami untuk melindungi masyarakat dan menjaga kamtibmas di Gunung Mas,” pungkasnya. (sp)
+ There are no comments
Add yours