Sinergi Polres Gumas, Pemkab, dan PBS Perkuat Swasembada Jagung: ANEV Kwartal II Targetkan Peningkatan Lahan dan Produktivitas

3 min read

Kuala Kurun – Dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden untuk mencapai ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor jagung, Polres Gunung Mas bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas menggelar Analisis dan Evaluasi (ANEV) Ketahanan Pangan Swasembada Jagung Kwartal II. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Aula Bhayangkari Polres Gunung Mas, pada hari Selasa (27/5/2025) kemarin.

ANEV ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Gunung Mas serta Polsek Jajaran. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, Aryantoni S.st.,M.Si, sembilan perwakilan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), perwakilan Kelompok Tani, dan Ketua Koperasi Pangan Kabupaten Gunung Mas. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengakselerasi program swasembada jagung.

Dalam sambutannya, Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. “Kegiatan ANEV ini adalah momentum penting untuk kita bersama-sama mengevaluasi apa yang telah kita capai pada kwartal sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah konkret ke depan. Sinergi antara Polres Gunung Mas, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian, pihak swasta dari GAPKI, koperasi, hingga para petani adalah kunci utama keberhasilan program ketahanan pangan ini. Kami berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung pencapaian swasembada jagung di Kabupaten Gunung Mas, sejalan dengan program Asta Cita Presiden,” ujar AKBP Heru Eko Wibowo. Rabu (28/5/2025) pagi.

Senada dengan Kapolres, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, Aryantoni S.st.,M.Si, menggarisbawahi aspek teknis dan target yang perlu dicapai. “Fokus kita pada kwartal ini adalah peningkatan penyediaan lahan, pencocokan data yang akurat, serta optimalisasi teknik budidaya jagung hibrida. Kolaborasi dengan PBS dalam penyediaan lahan dan Balai Penyuluh Pertanian untuk pendampingan teknis menjadi sangat krusial,” kata Aryantoni.

Berdasarkan hasil ANEV, beberapa poin strategis disepakati untuk ditindaklanjuti:
1. Peningkatan Penyediaan Lahan: Adanya arahan untuk meningkatkan luas lahan yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan besar swasta (PBS) untuk budidaya jagung. Target peningkatan luas dan hasil panen jagung dibandingkan dengan kuartal sebelumnya menjadi fokus utama.
2. Pencocokan Data: Ditekankan pentingnya sinkronisasi dan pencocokan data antara Dinas Pertanian dan PBS untuk memastikan keterpaduan informasi mengenai luas lahan aktual, varietas jagung yang ditanam, dan estimasi produksi.
3. Optimalisasi Teknis Budidaya Jagung Hibrida: Perlunya kolaborasi intensif antara PBS dan Balai Penyuluh Pertanian dalam penerapan teknik budidaya jagung yang benar, terutama dalam penggunaan benih hibrida berkualitas. Pembahasan juga mencakup metode pengendalian hama yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan pestisida alami dan metode pengendalian hama terpadu untuk memastikan hasil panen maksimal.
4. Pemasaran Hasil Panen: Disusun rencana untuk menciptakan jaringan pemasaran hasil panen jagung yang lebih efektif dan efisien, baik di tingkat lokal maupun regional. Kerjasama dengan koperasi pangan akan diperkuat untuk mendukung penyerapan dan pemasaran hasil jagung petani.

Kegiatan ANEV ini menghasilkan beberapa harapan besar, di antaranya adalah meningkatnya kolaborasi yang lebih solid antara Dinas Pertanian, Polres Gunung Mas, dan perusahaan besar swasta dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung hibrida. Selain itu, diharapkan minat masyarakat petani untuk berpartisipasi dalam program budidaya jagung hibrida semakin tinggi, sehingga target swasembada jagung di Kabupaten Gunung Mas dapat tercapai. (sp)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours